Yoook …. Mengenal ragam karya sastra puisi :
Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya dengan makna. Keindahan puisi biasanya dipengaruhi oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya tersebut. Kadang kala sebuah puisi bisa mengandung banyak penafsiran dan dapat juga terjadi beda tafsir antara maksud si penulis dengan pembaca, peresensi maupun pengkritisi puisi.
Menurut pengalaman, puisi yang baik adalah puisi yang setiap kali dibaca dapat menimbulkan pencerahan baru bagi pembaca maupun pendengarnya, semisal puisi “ AKU “ karya maestro Chairil Anwar. Bait / Aku ini binatang jalang /, pada jaman revolusi kemerdekaan di Indonesia dapat memberikan pencerahan bagi pembaca bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang semestinya dapat mengatur dirinya sendiri seperti binatang jalang yang bebas berjalan ke mana dia mau, bebas bertindak ketika berkehendak. Tidak seperti binatang piaraan yang tunduk patuh pada si pemelihara, meski sebesar singa, namun hanyalah berperan sebagai singa sirkus, yang selalu mengikuti perintah tuannya, yakni perintah sang penjajah.
Pada jaman ini jika dibaca lagi oleh orang yang sama mungkin bisa ditafsirkan sama seperti pada jaman revolusi, tetapi diterapkan pada pencerahan yang berbeda, sesuai dengan jamannya, semisal aku ini pada dasarnya adalah binatang jalang yang mestinya bisa melakukan apa saja, termasuk mengatasi masalah ekonomi yang sehari-hari memenjara kemauanku. Hanya sekedar mau ke warnet ( warung internet ) saja, masih telilti berhitung, cukup gak ya, duit ini untuk bayar sewa warnet satu bulan saja, atau untuk bayar pulsa satu bulan terus menerus untuk mengakses situs sastra kesukaanku. Tidak seperti binatang piaraan yang dibatasi oleh sangkar atau jeruji besi, dan aku ternyata masih seperti binatang piaraan, bedanya mereka diatur oleh tuannya, sedang aku diatur oleh duit yang aku punya, dan ternyata juga tak mampu mengikuti sesuka mauku. O …. dimana letak kejalanganku, hehe.
Itu tadi menurut pengalaman, sedangkan menurut isi ragam jenisnya, puisi dapat dibagi menjadi beberapa macam jenis, antara lain :
- Romansa : puisi yang berisi narasi puitis tentang cinta dengan dibumbui perdebatan, petualangan dan romantisme. - Elegi : puisi tentang ungkapan kesedihan, ratapan, maupun duka cita - Ode : puisi yang mengungkapkan rasa kepahlawanan / heroik. - Himne : puisi puja puji untuk yang MAHA KUASA. - Epigram : puisi pendek yang kadang diakhiri dengan konklusi menarik untuk bahan sindiran maupun penggugah semangat. - Satire : puisi yang berisi sindiran terhadap tingkah laku manusia. - Balada : puisi yang mengungkapkan tentang kisah nyata maupun rekaan dan mampu membuat pembaca terharu, dapat berupa narasi, monolog maupun dialog.
Nach … itulah sekelumit macam ragam puisi yang saya comot dari hasil baca buku karya teteh : Laelasari, SS. Dan Nurlailah, SS., judul bukunya “ Tokoh Sasrta Indonesia “.
Dan masih ada lagi ragam puisi, yaitu campur sari puisi : ada romannya, eleginya, ode, himne, epigram, satire, balada, dan bahkan mungkin tak juga bisa masuk kategori yang tujuh itu, halllah embuh termasuk puisi oppppo hehe ........
Coba tebak puisi man Atek, di bawah ini, tuh termasuk jenis puisi yang mannna ?
Tatkala Balada Menjadi Romansa
plek klentheng kempleng kempleng plengkut gedabrek krek
sama bunyi bisa beda arti
----- Rumpin, 05 Pebruari 09
|
|