Bermula dari sebuah pertanyaan : " Sebenarnya puisi itu karya lepas atau karya lekat ?" Sebelum mencari jawab dari pertanyaan ini, sebaiknya disepakati dulu, apa itu karya lepas dan apapula karya lekat. Dua istilah ini man Atek tidak yakin, apakah sudah ada yang pernah menyampaikan atau belum, yang pasti istilah ini dipilih hanya untuk membedakan berbagai macam ragam olah pikir, olah rasa maupun olah raga yang cenderung ditafsirkan sebagai kegiatan jasmani semata. Di antara kegiatan pengolahan tersebut ada yang menghasilkan suatu produk yang mampu mencitrakan siapa pengolahnya, apa maunya dan bagaimana dia bersikap dalam kesehariannya. Hasil karya seperti ini, boleh dibilang sebagai karya lekat, artinya karya tersebut senantiasa melekat erat pada si pengkarya, meskipun si pengkarya telah menuju alam baka. Karya seperti ini biasanya bersifat unik, lain dari yang lain dan bisa abadi di sepanjang masa. Meskipun banyak ragam karya yang menyerupai, baik sebelum maupun sesudahnya, karya semacam ini masih saja memiliki keunikan tersendiri, karena pada dasarnya tidak ada satu orang pun manusia yang bisa sama persis, dengan manusia yang lain, meski anak kembar sekali pun. Disamping itu ada juga karya manusia yang hanya sekedar berupa benda jadi maupun narasi yang tidak meninggalkan jejak apa pun untuk sekedar memberikan informasi tentang siapa penulisnya. Hasil karya seperti ini boleh juga disebut sebagai karya lepas, artinya tidak ada pengaruh apa pun bagi penikmat karya tersebut, dinikmati tidak mendatangkan manfaat, ditinggalkan tidak juga menimbulkan kerugian. Mengetahui maupun tidak, siapa pengolahnya juga tidak ada pengaruh apa pun, hilang tertelan jaman.
Dari uraian di atas, mulai dapat dicari jawab atas pertanyaan yang telah disampaikan. setiap puisi yang telah dilahirkan pada dasarnya bersifat unik, lain dari yang lain, meskipun proses kehamilan dan persalinannya bisa jadi sangat dipengaruhi oleh berbagai macam gaya bahasa, ide, rasa, kosa kata, budaya maupun hasil karya puisi orang lain atau bahkan terinspirasi oleh karya sendiri, tetap saja akan tersembul keunikan tersendiri, manakala puisi tersebut tidak seratus persen sama bait perbait dan kata perkata. Bahkan sebuah saduran maupun terjemahan kadangkala bisa menjadi sebuah puisi tersendiri dan terbebas dari puisi aslinya. Dari keunikan puisi ini, akan dapat diketahui siapa penulisnya, apa maunya dan bagaimana dia bersikap dalam hidup hari-hari. Jika demikian dapat dimengerti bahwa puisi dapat dikategorikan sebagai salah satu hasil karya manusia yang bersifat karya lekat. wallahu a'lam.
Rumpin, 18 Juli 2009 man Atek
|
|