Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Indonesia
Selamat Datang Pengunjung
Ayo, gabung sekarang
Log masuk jika sudah mendaftar
Penulisan > Cerita Pendek > Cinta
4.0
1 Penilai
sunset tanda cintaku untukmu
Dihantar: 4/10/2009 | 14:52:54 PM | 2609 Bacaan
(+) Create your entry!
Cerpen sebelumnya:
cintaku di mulai dari panggilan
Cerpen selanjutnya:
I can feel love

Sunset  selalu  datang  dengan  indah yang selalu membawa cahaya orange memutari seluruh dunia.Membuat segala resah hilang begitu saja.Dengan setiap kepercayaan yang dimiliki oleh cahaya orange ini, membuka ketenangan pada jiwa manusia mungkin dari sekian banyak orang mengira sunset pasti membuka jalan kegelapan pada malam hari,tapi semua itu tak terpikirkan di otakku.Yang kutahu cahayanya begitu indah dan sejuk di mata dan jiwaku.
Aku menyukainya karna setiap cahaya membawa jiwaku tenang.Dia seakan menjadi obat penenang jiwa manusia.Dia selalu muncul saat semua orang resah oleh segala hal yang menganggunya.”pah…aku berangkat sekolah dulu yaa…”teriakku dari luar pintu.Aku menggantungkan tanganku ke saku jaket biru yang ku pakai.Kulewati banyak tikungan yang sangat aku kenal.Disisi kiriku selalu ada pertengkaran rumah tangga yang selalu membuat semua warga terganggu termasuk aku.Di depan tikungan banyak sekali lelaki berandalan tapi mempunyai hati yang baik.”ayyy demi…”serunya,aku hanya mengangguk dan memperlihatkan sedikit senyumku kepada mereka.
Kakiku terus melangkah dan mataku terus melirik kesisi kiri tikungan jalan kecil.Terlihat sesosok nenek menggendong bayi yang kesulitan untuk menyebrang jalan.Sempat terpikir untukku menolong nenek tua itu tapi didalam pikiranku terlalu ragu karna waktu untuk berjalan kesekolah belum lagi jarak rumah dengan sekolah sekitar 1000meter,kesana atau nggak.pikiranku sangat kacau,mungkin lebih baik kuurungkan niatku,namun…nenek tua itu terlihat sulit sekali menyebrang jalan.Kupercepat jalanku menemui nenek tua itu namun tibatiba kakiku berhenti terdorong lelaki muda yang tanpa pemirsi membuatku jatuh.”hey!!!jalan tuh hati hati napa???”teriakku kearahnya.
Dia tak menoleh sedikitpun kearahku,mungkin dia kehilangan indra pendengarnya,tapi itu bukan masalahku,seharusnya matanya tetap terjaga melihat jalan.Tunggu…dia mendorongku hingga jatuh karna melihat nenek itu sulit menyebrang waahh…so.sweet mulutku tersenyum lebar kearahnya tapi dia membalas acuh tak acuh.seharusnya lelaki itu tersenyum kearahku atau meminta maaf kepadaku atau mengajakku kenalan???mungkin lebih baik dengan diam saja.”oh my god!!!”aku berteriak ketika melihat jam di warung bu ina.dan sepertinya hari ini akan ada seruan yang menjengkelkan dari bu desi.
Kulihat semua gerbang tertutup,belum lagi aku melihat seorang guru berparas tua,pendek,dengan sedikit aksesoris yang gothic menempel di tubuhnya.Dapat dilihat guru ini menunggu murid murid untuk jadi korban ocehannya,dan aku akan menjadi korban berikutnya semoga tuhan melindungiku.
Jalanku tertitih untuk menyembunyikan kedatanganku,tapi mata guru ini sangat tajam,dia menyeret tanganku lalu mencubit kupingku dengan tangan yang di penuhi kuku palsu berwarna hitam.”kenapa terlambat????”tanyanya.aku tak menjawab karna ketakutan melihat mukannya yang aneh itu.dia tetap tertumpuh pada cubitan tangannya.”anu…ap…it..ada nenek yang mau nyebrang,teruss…”kehentikan perkataanku saat melihat mobil limousine berhenti didepan pagar sekolahku begitu juga dengan cubitan oleh bu desi lepas begitu saja.”oh god…tuan muda besar sudah dating…”sahutnya.Aku hanya mengangkat bahu melihat reaksi wajahnya tapi ini adalah kesempatanku untuk kabur dari guru aneh ini.
Tanganku mengambil permen di saku jaket kiriku lalu mataku masih tersibukkan dengan mobil limousine hitam yang dating di sekolahku yang tidak mempunyai keistemewahan apapun..Kulihat wanita separuh baya berdiri didepan kelas menyapaku dengan ramah,”terlambat???kenapa???ini bukan kebiasaanmu kan dem”saahutnya memegang sebuah penggaris kayu.aku mengangkat bahu lalu memeluknya.”kakak…mama kangen ama kakak”kataku sembari memeluknya.”aku nggak bisa pulang,papa memaksaku untuk mencari jodoh,kakak tahu umur kakak udah sangat tua,tapi…”mataku sayu melihat keadaannya,memang benar dikatakannya dia terlihat sedikit tua apalagi kerutan di matanya semakin terlihat.”ehmm…I know,aku mau kekelas dulu,kak,kerutannya udah semakin jelas tuh,lakuin perawatan knapa?”kataku meninggalkannya.mungkin dia tersenyum mendengar kata kataku atau sebaliknya.
Pintu kelas tertutup rapat,tapi tak sedikitpun terlihat teman temanku duduk dikelas kemana mereka mataku melirik kesekitar kelas,tak ada sedikitpun suasana ramai di luar,terlihat sepi,tapi setelah ku pikirkan mereka pasti pergi melihat kedatangan mobil limosine parker di depan sekolah.dan mungkin semua perkiraanku benar,mereka bersorak menyebut nama revan setahuku dia adalah penulis cowok terpopuler di Negara ini,tapi It’s not interesting,”nenek…!!!”teriakku memanggilnya,tubuhku terdorong oleh fens revan.wajah temanku pun sekarang tak terlihat.”demi!!!ngapain kamu kok dipojok situ”panggil nora yang tiba tiba muncul
“dipojok?!!!ini gara gara fansnya revan…”gerutuku kearahnya.”ohhh…kayaknya loe marah ama revan ya??kenapa…???”tanyanya membantuku berdiri tegak.aku mengangguk dengan sebal.”ohh my god!!!lihat demi !!!revan!!!mau kesini!!!”serunya menjatuhkanku kembali.
Terpaksa aku berdiri dengan sendirinya tanpa bantuan temanku yang tergila gila pada artist yang bernama revan
.”loe gila?!!!lihat kenapa akibat perbuatanmu???!!”kataku menahan amarah padanya.
”I know,but…dia mau menuju disini.look!!!”teriaknya tepat di telingaku
“hah…iya deh kayanya,dan sepertinya matanya menatapku dengan tajam”
“ayyy.....sorry soal tadi”sapanya melewatiku.
“dia nyapa aku atau kamu??tapi kaya’nya aku kenal dia deh…”kataku mengingat wajahnya kembali.aku tersadar dia cowok yang menabrakku dan menolong nenek tua itu.aku mengejarnya sambil menahan sakit di pantatku yang dijatuhkan oleh temanku,nora.
“hey tunggu!!!
Dia berhenti dengan pengawasan yang super ketat.
“anda siapa?fansnya?”tanya pengawalnya.kepalaku hanya bergeleng melihat perilaku pengawalnya. seketat inikah???
“nggak hanya mau  bilang dia hebat banget nolongin nenek tua itu”jawabku ilfil melihat tingkahlaku pengawalnya yang berlebihan.
“ohhh…sama sama aku minta maaf udah bikin kamu jatuh”
oh my god dia tampan banget.Apalagi melontarkan senyumannya kearahku,seperti dunia ini berhenti dan dipenuhi dengan sayap indah dari sunset orange.meski pandangannya hilang dari mataku tapi parfumnya masih melekat di hidungku.sekeren inikah dia???Idont know!!!.
***
Malam menampakan keindahannya,menari menari membawa cahaya bintang menggantikan peraduan matahari menjadi cahaya bintang yang bersinar,menyinari setiap kelam hati manusia,tentunya bukan seperti aku,karna aku tahu hidupku akan sesempurnah mungkin.
Makan malam tergantikan dari suasana kebingungan mencari anjing kami yang hilang entah kemana,sebenarnya itu tak terlalu penting bagiku tapi anjing itu milik kakak cowokku yang sedikit kehilangan dia, maka dunia akan hancur seketika.i’am sure.tapi masalah yang penting kalung yang menancap dilehernya itu dibeli dengan uang tabunganku,itu gara gara aku nggak bisa jaga anjing kesayangan kakakku jadi aku harus menebus kesalahanku dengan itu.so pasti dari pada uang tabunganku hilang gara gara anjing gilanya kakakku lebih baik aku jual dan buat beli game terbaru.
“where is my dog???!!!”teriaknya menutup pintu rumah dengan kasar.
“I don’t know!!!”jawabku sembari memakan lauk di depanku”kenapa kakak melihatku seprti itu?kakak mencurigai aku?”
“whatever!!!denger yaa!!!apapun yang buat anjingku kesakitan,dia harus menebus kesalahannya”
“I know kak,tapi setidaknya nggak usah melihat mataku seperti mencurigaiku yang mebuat anjingmu kabur”kataku dengan memakan omelet keju buatan mamaku.
Dia tak menghiraukanku,dia hanya mengerutu tak jelas dengan menaiki tangga.aku tak mengerti pada kakak cowokku yang satu ini,karna banyak yang bilang dia cowok yang keren,tapi bagiku perkataan semua orang berablik arah,dia seorang cowok playboy,yang menyayangi anjingnya dan diri sendiri,kalo menyayangi diri sendiri itu masih wajar tapi menyayangi anjingnya seperti adiknya sendiri hingga mandi saja bersama,makan juga bersama, itu baru aneh.
***
Berangkat sekolah membawa ketenangan pada masalah diduniaku,tapi sebenarnya bukan itu masalahku,tapi pengumuman pemenang lomba novel yang akan dibuat film,tapi sepertinya nasibku tak seberuntung khayalanku.kulihat sebuah mobil bmw silver memberi siraman air cemboran ke  mukaku.”hey are you grazy?!!!”teriakku.
Mobilnya berhenti,sesosok wajah yang sangat aku kenal menghampiriku dengan sosok coolnya.dan berkata dengan indah
”kamu nggak apa apa?sorry aku kira nggak ada orang”
“ohh yaa,memang aku nggak terlihat,maksudku aku nggak mungkin bisa terlihat dengan kehidupanku seperti ini”sesalku melihat kotoran menumpahi bajuku.
“su…sumpah!!!sorry banget!!!”aku hanya menggelengkan kepalaku dengan sedih melihat tubuhku penuh kotoran.belum lagi hari ini adalah pengumuman pemenang novel pasti sekarang sudah diumumin.akhirnya runtuh juga harapanku.
“hey tunggu!!!aku bisa membantumu”
Aku memperhentikan langkah dan melihatnya dengan penuh kegembiraan.
“really??wauw?!!!aku lupa kamu kan juri lomba novel itukan?”tanyaku penuh dengan keceriaan.dia mengangguk dan mempersilakanku menaiki mobilnya,meski dengan penuh keraguan aku yakin dia nggak akan ilfil denganku,maybe,
Kulihat sebuah istana kuinjak di kakiku,disebelah kiri terlihat kolam renang bersih,di rumah ini dikelilingi taman yang menjulang luas,dan kulihat sebuah airmancur menari nari dengan lentiknya.”wauww.ini rumahmu revan!!!”tanyaku tercengah tak percaya.tak ada jawaban,tapi itu tak membuatku berhenti terkejut,masalahnya disekitar mataku melihat rumah ini belum pernah semegah ini,suer deh!! ini rumah di bangun dengan harga berapa yaa?
“ayo masuk”sahutnya dengan menutup pintu mobilnya.aku hanya menjawab dengan anggukan yang masih takjub pada rumah ini.
Belum sampai situ,ternyata didalam rumah didesain dengan sangat megah,lantai yang mengunakan escalator dan lift kaca yang tembus pandang.
“wauww.it’s beautiful!!!”
“silakan duduk”katanya.semua sofa diduduki terlihat nyaman sekali,terasa seperti di kamar tidur,ruangnya yang begitu dingin membuatku nyaman disini.
“oh yaa…ada baju bekas dari model bukuku,maybe cocok denganmu”.dia memberikan baju sekolah bekas syuttingnya untukku pakai.beberapa menit tubuhku sudah kembali bersih,kuambil sebuah kertas yang berisi penuh dengan irama lagu.”kau bisa nulis lagu?”tanyaku yang masih memegang seberkas kertas.
“ohhh...itu hanya keisenganku,dan nggak mungkin itu bisa di terima ama masyarakat umum”sahutnya menghampiriku.
“masa???bagiku lagunya sangat bagus.dan aku tahu siapa yang akan suka sama lirikmu”kataku menyakinkannya.dia tersenyum kearahku,wajahnya seakan menyentuh jiwaku yang paling dalam,membuat semuanya semakin tenang.
“yaa…aku tahu siapa yang suka laguku?!!!kamu kan demi barelinasteman”aku tercengah saat dia mengetahui nama lengkapku,dia aneh bagiku kami belum pernah berkenalan,sedikitpun.Aku yakin itu!!!
“aku harus pergi ke sekolah setelah ini akan diumumkan pemenang loma novel”kataku menyadari jam menunjukkan pukul 7 pagi.dia mecegah langkahku,menggengam tanganku dengan erat tanpa kusadar tubuhku sudah dipeluk olehnya.”jangan pergi lagi” .tak ada sesuatu yang sedang kupikirkan,kecuali pelukan tiba tiba ini.dia membuatku semakin takut dengan tingkah lakunya.”maaf…aku harus pergi”kataku mencoba melepaskan pelukan ini.namun tangannya terlalu erat memelukku,dia melingkarkan tangannya semakin erat hingga membuatku sulit untuk bernafas.”kamu mau nggak jadi cewekku”.
Ada sesuatu yang menganjal tenggorokanku hingga membuatku sulit untuk bicara,rasanya aneh,antara senang atau bingung.Tuhankah yang memberikan keindahan ini atau sebaliknya??.Jika aku harus menjawab ‘iya’ pasti akan membuat semua fansnya membenciku.Rasanya aneh sekali.Tiba tiba dia mengatakan sesuatu yang dapat membuatku pingsan.”kalau nggak jawab berarti iya?”.Buiih.Ini cowok membuatku semakin ketakutan 7 keliling(seharusnya itu buat bingung 7 keliling)
“anu..apa…aku harus pergi kesekolah!aku harus tahu pengumuman lomba nulis novel!!!karna aku ikut”kataku dengan mengalihkan pembicaraan.
“tenanglah,kamu menang kok.and now!!! berarti kamu sudah nyetujui hubungan kita”
“hubungan apaan?”tanyaku seakan pura pura tak mengerti.
“kita sudah pacaran,nggak pakai alasan apapun.I love you”jawabnya tiba tiba dengan mencium keningku.Suer deh.Aku belum menjawab apapun.Ini cowok benar benar nggak bisa di tebak.apa yang harus kukatakan pada nora,nenek,dan fansnya di sekolah?huuh.ini keberuntungan atau nggak yaa???.
***
Buakannya masalah pemenang novel yang kupikirkan di otakku,tapi ucapan revan yang membuatku melayang melayang,seperti peri yang kehilangan akal sehatnya untuk terbang.berputar tak berarah,kadang kekiri,keatas,kekanan,keliling keliling.Aku benar benar bahagiah saat ini.Iam lucky.
“demi!!!!”teriak kakak dari bawah.Aku langsung turun sambil memegang jahitan untuk tugas praktik tabus.saat kau mengharapkan cowok ganteng,keren,disukai banyak cewek,kaya,terkenal,dating menghampirimu dengan membawa setumpuk bunga mawar yang sangat indah.oemmm,meski bunga mawar bukan kesukaanku,tapi I don.t care!!!.
“aloo chayankku”sapanya dengan memberikan serangkaian bunga mawar.
“buatku??”tanyaku menyakinkan diriku.
“tentu,masa buat kakak cowokmu”.aku tertawa dengan keraguan pada semua ini.”jalan jalan yuk”ajaknya.”ah…iya!!!”jawabku masih penuh dengan ragu.
Malam yang selalu kunanti untuk pergi dengan pasangan orang berlain jenis.Yang terus memperhatikanku dan membuatku tersenyum bahagia hingga kami mengukir nama kita di suatu tempat yang sangat indah,tempat yang akan menjadi rahasiah kami.Dan aku tahu semua itu hanya khayalanku.”kamu mau makan apa?”tanyanya menggugah lamunanku.kau tahu??semua wanita melihatku dengan sangat sinis.belum lagi wanita yang duduk dipojok kiri melihatku dengan tatapan mengerikan.”ehm..revan makannya jangan disini yaa??kaya’nya harganya mahal banget.teruss…lihat,semua orang memperhatikanku”bisikku kepadanya.dia tersenyum kearahku mengacak rambutku yang tertata rapi.dan dia berkata dengan lembutnya sambil mencium keningku.”aku nggak peduli ama mereka.yang penting aku suka kamu apa adanya”.Oh my god.ini mimpi atau kenyataan??.Dia menciumku didepan mata semua orang.Dia tak pernah memikirkan kalu ketahuan wartawan dia pasti diintrogasi.tapi dengan sifata acuh tak acuhnya tiba tiba dia menyentuh bibirku dengan lembut.Pertamanya perasaanku tak tentu arah.tapi lama kelamaan hatiku sangat bahagiah banget.”revan!!!aku malu”bisikku lagi.dia hanya tersenyum dan mengacak rambutku lagi.”revan please jangan di sini yaa???aku takut sama tatapan mereka semua”bisikku dengan memohon padanya.”kalau itu maumu,ote!!!tapi tempatnya aku yang mutusin”.aku hanya mengangguk dengan gembira.
Dia mengajakku kesuatu tempat yang sangat indah.di kelilingi oleh air yang berwarna hijau…..diterangi dengan obor yang tertancap di semua pohon.Anginnya sangat terasa dingin hingga membuat rambutku terbang menari mengikuti arah angin.Kami duduk di tepi pohon melihat air danau malam yang sangat indah yang mengayunkan airnya sekecil ombak.”ehmm…ini tempat rahasiahku”katanya dengan memakaikan jaketnya ketubuhku.”wauuuw…kenapa tempat yang kau pilih harus seindah ini?”tanyaku dengan mengeratkan jaketnya ketubuhku.”karna …aku tak mengerti,bagiku tempat ini seperti membawa hatiku tenang,kau tahu nggak dem?danau ini seakan berbicara padamu,seperti,please lihat aku!!!aku nggak mau dijadikan sebuah tempat pembuangan,aku ingin membuat hidupku seindah hidup orang melihatku.dan tolong biarlah semua pohon disini menjadi angina yang menambah kesegaran pada tubuhku ini dan membuat hati dan jiwa orang melihatku tenang”.Aku tak percaya semua yang kudengar ini.dia seakan mencurahkan perasaannya melalui danau ini.atau aku yang terlalu mengarang??.Tapi bola matanya terlihat sedih ketika melihat air danau yang tertiup angin.Dia seperti ingin menjatuhkan diri pada air.mungkin karna dia ingin menyatukan jiwanya dengan danau ini.”revan?!!!kamu pasti pernah pacaran yaa???”tanyaku menggugah lamunannya.”belum,aku belum pernah ngerasain cinta seindah mungkin,actually memang belum”.Cowok sekeren ini belum pernah punya pacar ??ini pasti hanya bercandanya dia.Bukankah semua artis pasti pernah pacaran?sedangkan lelaki ini  belum pernah merasakan sedikitpun cinta,kecuali sama aku.”dan ditempat ini sunset pasti indah kan revan??”.Saat aku mengatakan kata sunset auranya sangat membuatku takut.dia menatapku dengan tajam.”kamu suka sunset?yang membuat semua manusia sakit hati”teriaknya.”sakit hati??kamu gila?!!sunset itu indah!!!kamu aja yang nggak punya perasaan!!!”.Kami bertengkar.Dia mengejek sunset yang aku sayangi.dia terus membuatku terjatuh.bukan hanya itu dia bilang padaku.”gua nyesel pacaran ama loe?!!!”.Sekarang rasa sakit hati ini muncul sesakit mungkin.dia yang membawa cinta tetapi dia yang akan juga membawa kesakitan pada hatiku.Bukankah kehidupanku harus sebahagia impianku??.
***
Mataku sulit sekali untuk terangkat dari peraduannya.peristiwa kemarin malam menyita habis air mataku.Membuatku tak bisa konsen pada novel yang akan kubuat.teriakannya,kemarahannya,membuatku terus mengingat meski kutahu semua itu terasa sakit di dalam hatiku.”dem?!!!nggak makan dulu”teriak mama.tak ada jawaban dariku,hanya sebuah gelengan kepala yang lemas.
Sekolah bukankah kebahagiaan yang sangat diinginkan semua murid.mereka yang meloncat bahagiah memainkan permainan kesukaanya,dan mencari teman sambil mengetahui banyak ilmu yang bermanfaat tapi yang kulihat sebuah kecuekan revan kepadaku.semarah itukah dia padaku??.aduhhh.kata katanya masih menusuk perasaanku.haruskah hatiku yang menjadi korban dari percintaan yang kejam ini?.” demi barelinasteman?!!!”aku tak ingin menoleh kearah sumber suara ini.karna dia”ada apa bu desy?”tanyaku lemas.wajahnya yang penuh aura gothic membuat hariku semakin menakutkan.”setahuku kamu pacaran yaa ama revan”.kenapa harus dia?sekarang dia sudah hilang dari mataku.Wajahnya yang membuatku tersenyum pada dunia kejam ini.aku tak menjawabnya.percuma kujawab atau nggak dia sudah mengerti jawaban dari pertanyaannya.
***
Seandainya aku nggak pernah bertemu wajah kerennya.Semua hal diduniaku akan baik.Sesakit inikah patah hati?.mungkin lebih sakit ini dari pada yang dirasakan patah hati temanku.”ay..”suara ini hampir membuatku terjatuh pada bongkahan batu di dalam taman kota ini.”kamu suka disini?”tanya seseoarng yang sama sekali tak kukenal.”siapa kamu?”tanyaku heran kearahnya.”oh yaa gua lupa.nama gua steve micknet,saudara dari revan millen,you know?pacarmu”.aku bengong tak mengerti.didepanku ada lagi yang lebih cakep dari revan,ehm mungkin masih cakepan revan.Memang semua keturunan artis terkenal pasti keren keren semua.”yyaa aku tahu.namaku demi barelinasteman.ehm namaku aneh seperti itu gara gara mamaku terobsesi sama belerina sooo…aku jadi korbannya”jelasku ragu pada setiap kata yang kuucapkan.”sejelas ini kah loe perkenalkan dirimu sampai asal usulnya lagi”.Aku terdiam seribu bahasa.seakan ada benda besar terganjal di tenggorokanku.”sorry…aku bukan bermaksud seperti itu.sorry”sesalku.”its okay,oh ya denger denger loe bertengkar ya ama saudara gua?eh gua tahu itu karna di certain ama saudara gua”.Mataku mulai berair.Aku tahu butiran ini nggak pantas keluar apalagi disamping steve.slahkah aku menangis disampingnya.”iya…dia benci sunset,dia bilang sunset hanyalah kehancuran hidup manusia?!!!lebih sakit lagi,dia bilang nyesel banget ketemu aku.aku tahu!!!aku ini jelek.cewek biasa!!!tapi aku juga punya perasaan!!!kenapa sih semua cowok terkenala nggak bisa hargai cewek biasa”.Mungkin ucapanku ini keterlaluan tapi hatiku terlanjur sakit dan meski di sebelahku yang kumarahi adalah saudara revan.aku tak peduli.Aku terlanjur sakit hati.”ohhh…tapi bagiku semua omonganmu salah,dia seperti itu karna peristiwa masa lalunya…”aku tak mengerti apa maksud dari perkataanya.dia melanjutkan ceritanya.Telingaku menajamkan pendengarannya untuk memastikan perkataanya dapat masuk di otakku.”dia dulu pernah pacaran sama cewek,namanya Katherine,mereka berdua saling menyukai…”Tunggu.apanya revan nggak pernah pacaran?.penjelasan steve membuatku ragu untuk mempercayai ceritanya.”hey kok ngelamun gitu sih?denger nggak penjelasanku?”tanyanya menggugah lamunanku.aku hanya mengangkat bahu dengan masih penuh rasa antara percaya atau sebaliknya.”terus,bokapnya revan nggak setujui hubungan mereka lalu karna revan sayang banget sama bokapnya.dia mau mengikuti perintah bokapnya.dia mutusin Katherine waktu sunset itu datang.mereka berdua sebenarnya masih saling menyayangi.suatu ketika revan benar benar stress saat ceweknya mau pergi ke amrik,dia mebuk mebukan,dan waktu menetukan semua itu.revan menaiki mobil dengan keadaan setengah sadar dengan minuman keras,akhirnya dia menabrak sebuah mobil bmw silver,dan ternyata di mobil itu adalah mobil milik Katherine.dan semua kejadian itu hadir saat sunset datang.dia ngerasa nggak pentes hidup di dunia ini…setahuku itu ceritanya”jelasnya.
Bolehkah aku menagis?yang akan membawa kesedihanku mengalir melalui air mata ini,tapi hatiku masih tertusuk oleh durinya neraka cinta.harusnya cinta itu indah saat menjelang malam valentine dan waktu menjadi awan orange yang indah menemani hubungan kita.Tanpa berpikir panjang aku berlari meninggalkannya.
Tangan yang kekar menggengamku dengan erat seakan mencegahku untuk menemukan jawaban kebenaran dari cerita steve.”denger…dia masih tetap sayang ama kamu…gua yakin saudara gua sudah nglupain katherin”kata steve mencegahku.”kalau perkataanmu benar,it’s just my luck”jawabku meninggalkannya”hey..kalau loe mau nemuin dia,maybe dia ada dikuburan Katherine.dia ada di bandung,tempat ayahnya dikuburuin”sahutnya..Bukan sunset yang membuat dunia manusia menjadi gelap,tetapi kehidupan kita sendiri yang mengatur antara kepahitan dunia atau kebahagian yang ingin dimiliki manusia.kita yang mengatur takdir kita dan kita juga harus berani melihat dunia yang akan menjemput kita.Hatiku resah karna ingin mengetahui dari bibir revan sendiri.
Didalam hatiku masih terasa penuh bimbang,bukan karena kebenaran masa lalu tapi perasaan cinta padaku yang sebenarnya.Jika aku harus kehilangan dia,mungkin sunset impianku tak akan pernah menjumpaiku lagi.
“kath…gua masih nggak bisa ngelupain loe.kenapa loe harus ninggalin gu?seharusnya loe sekarang masih ma gua.kenapa?”aku mendengarkannya.’harusnya loe sekarang ma gua’dan bukan aku yang harus berada di sampingnya.matanya yang sangat indah terlihat sayu dengan membawa serangkaian bunga mawar.dia menatap batu nisan milik Katherine.Ucapan steve semuanya hanyalah bualan yang ingin membuatku tak menangis dan sekarang yang dapat kutatap.Rasa sayang revan pada katherine nggak akan pernah tergantikan olehku.Seharusnya hidupke bukan seperti ini.Menangis,merasa patah hati,seharusnya ini nggak akan datang di mataku.
***
“keagungan cinta itu tak seharusnya tertutupi oleh tangisan cinta,tetapi berjalan dengan perasaan yang utuh untuk menghancurkan dinding yangtertusuk api tangisan manusia.sekejamnya dia menancapkan apitangisan tapi cinta ini akan terus melihat dengan tegak keagungan cinta itu.dan akan membuat keagungan cinta itu terlihat oleh kebahagiaan manusia”.Tulisan ini yang akan mengantarkan perasaanku yang tertutup pada keresahan hati ini.”demi.!!!kamu ada diatas?!!!”.aku melihat kebawah.kulihat kakak perempuanku pulang.Dengan membawa lelaki muda yang lumayan keren.”siapa dia?”tanyaku heran melihat lelaki disampingnya.”kenalin.aku angga.kakak iparmu”.Tak ada reaksi yang muncul diwajahku,hanya saja…pernikahan mendadak ini membuatku heran.tapi aku ikut bahagiah jika lelaki ini dapat membahagiakannya.Bukan sebaliknya.revan yang mencintaiku hanya untuk melupakan Katherine.”yang aku mau bicara sama demi nih.boleh nggak?”tanya kakakku.lelaki itu hanya mengangguk.dia menyuruhku memasuki kamarku
.”dem sekarang bilang sama kakak.kamu ada masalah ya sama revan?”tanya tiba tiba.
“dari mana kakak tahu hubunganku sama revan?”tanyaku balik kepadanya.
“revan nitipin surat sama kamu”jawabnya dengan menyerahkan amplop berwarna biru muda.Tak mungkin dia akan memutuskanku dengan cara memberikan surat ini.Sepengecut itukah dia?.aku tahu dia hanya memanfaatkanku,tapi seharusnya dia menemuiku dengan mengucapkan kata yang menyakitkan ini dan aku bisa melihat wajah kerennya terakhir kali.
Tanganku menyobek amplop biru muda agar aku bisa membacanya.tanganku bergetar ketika membuka kertas berwarna merah yang sesuai dengan perasaanku ini.air mata tiba tiba menetes,menjatuhi kertas merah ini.
Dear demi
Terserah kamu mau bilang apa?tapi hatiku ini hanya tetap memilihmu untuk menjadi seseorang yang selalu ada didekatku.kau yang membuatku lupa pada masa laluku.yang dapat aku bilang’sangatlah buruk’.Kamu yang membuatku terus tersenyum melihat sunset yang kau bilang sangatlah indah.kamu yang bilang sunset itu bukan yang menyebabkan masa laluku hancur.yaa…perkataanmu memang benar.Akulah yang mengatur duniaku dan aku yang harus melangkah dengan tegap melihat duniaku yang akan kuinjak.Steve sudah menceritakan semuanyakamu datang ke kuburan Katherine dan melihatku menangis kepadanya.dan tentunya aku tahu kamu sangatlah marah padaku.aku membohongimu.memang aku sekarang masih mencintai Katherine tapi itu hanya seperlapan.dan semuanya hanyalah memilihmu untuk ada disampingku.datanglah besok malam saat hari valentine tiba.aku akan memberikan sesuatu untukmu.tunggu aku di tempat rahasiahku..I love you forever.and Iam sorry about my false. I will keep our love.I promise.
Hatiku menangis dengan sangat bahagiah.dia meloncat loncat seakan ingin keluar dari peraduan hidupnya.dan pergi berteriak mengucapkan ‘I LOVE YOU TOO’.Deringan malam seakan membuat cairan hatiku kokoh untuk menebarkan cinta yang bersemi padaku.nafas yang tertelan seakan berhembus melawan angin malam yang menggelapi duniaku.”kakak!!!aku baikan sama revan?!!!”teriakku memeluknya.”bagus banget itu?!!”.Aku menjawabnya dengan anggukan yang sangat yakin.”revan mau nemuin aku waktu hari valentine?!!aku seneng banget”
   Hari ini adalah hari dimana aku akan mengukir kisah cintaku pada pohon tua yang menjadi rahasiah kami.Dan semua itu bukanlah menjadi khayalanku tapi malam ini aku akan menjadi Cinderella bukan untuk sementara tapi selamanya dengan pangeran yang kucintai.                                                                                                                         
“yakin nggak mau di tungguin sampai revan datang?”tanya kakak didalam mobil.
“tentu”jawabku yakin lalu meninggalkannya.
Hatiku berdegub dengan kencang.Secepat mungkin hati ini akan berlari keluar dari tubuhku.Kuhembuskan nafas dengan sangat lega.kulirik jarum tangan biru yang kupakai.Waktu memang sangat lambat berjalan saat engkau menunggu sesuatu yang membuatmu risau.
Bodoh banget sih?ini kan masih jam 8:45.sedangkan aku janjiannya jam 8an.hehehe ternyata aku terlalu bersemangat ya”.malam seakan membuat kulitku tersayat rindu untuk menemuinya.Kudengar suara sms dari hpku.tertulis revan sms padaku.
“mungkin aku agak terlambat”.Kulihat jam yang terkirim setengah 8.sedangkan sekarang sudah 8:46.aneh??mungkin jaringannya lagi error.
Aku tetap menunggunya.Tapi waktu semakin membuatku tak kuat untuk menahan rindu.detik demi detik bergati dengan menit lalu jam.tapi tak kulihat wajah revan ada didekat danau ini.Angin membuat pohon pohon berdiri dengan tegak menahan agar ujung tangkai tak patah oleh gerakan angin malam ini.Bintang menggantikan suasana gelap menjadi penerang para pengunjung di tempat ini.Air danau seakan berseru untuk membuat semuanya tampak sanagt tenang.Dan disini aku menunggunya hingga kakiku tak kuat menjadi penopang berat tubuhku.”revan mana siih”mataku tak kuat untuk melihat keindahan danau malam hari,belum lagi angin yang membuatku ingin memejamkan mata.
Kakiku tak bisa lagi menjadi penopang untuk menunggu wajah revan muncul.Tubuhku sudah tersayat angin malam yang membuatku mendingin dihatiku.Hatiku bimbang untuk menunggunya ataukah pulang tanpa melihat kehadirannya.Seraya memanggilku untuk meminta penjelasan padanya melalui telepon ini.Ku coba meneloponnya tapi sebelum aku menelponnya,kulihat nomer yang tak kukenal.
“hallo”
“iya ada apa”tanyaku dalam telepon
“ini mama revan?”suara yang membuatku sedikit terkejut.mama revan?!!!.Pikiranku sangat kacau saat itu.Masalahnya aku belum pernah berbicara pada mamanya.sedikitpun,sungguh.aku belum pernah melihat wajah mamanya secara langsung.
“ii…I…ya tante ada apa?”.suaranya tiba tiba hening.kudengar suara isak tangis di sana.”ada apa tante?”tanyaku semakin heran
“re re revan…”Hatiku semakin terasa tersengat untuk mengetahui kelanjutannya.”dia kecelakaan”dan kelanjutan kata kata mama revan membuatku terjatuh pada pohon yang menjadi harapanku.Kenapa dia harus jadi seperti ini??.karna akukah??
Malam yang membuatku tergoyah pada dunia yang kulihat didepan mataku terasa sangat piluh dan membuatku memburu waktu agar angin malam menyakitkan ini tak memburuku.Tapi langkahku terjatuh dan kesedihan ini siap menggantikan posisi cinta yang suci ini.
“tante gimana keadaan revan??”tanyaku kepada wanita separuh baya berdiri didepan pintu dan terlihat sangat sadih.dia memelukku dengan erat.Aku merasakan pelukan hangat darinya.Aku mengerti perasaan orang tua yang terluka melihat belahan jiwanya tertidur lemas bertarung antara hidup atau mati.
Kulihat tubuh revan tergeletak lemas di kelilingi oleh alat Bantu yang memacu hidupnya.Aku tak sanggup melihatnya tak berdaya didepan mataku.”tante boleh aku masuk?”.tubuh wanita separuh baya ini hanya mengangguk dengan lemas.Wajah yang keren kini tergantikan oleh memar di sekujur tubuhnya tapi senyum manisnya masih tetap terlihat.”revan…maafin aku??!!!seharusnya hari ini kita nggak bertemu?maaf?”suaraku tersayat piluh ketika melihatnya terdiam tak berdaya.”aku akan terus disini.aku janji.I pRomise!!!”bisikku hangat di telinganya.”misi…”aku tersenyum pada dokter muda itu.dan berharap dia bisa menyembuhkan revan dengan cepat.Aku rindu pada perhatiaanya.Aku rindu senyumannya.Aku rindu dorongan yang membantu nenek itu!!!aku rindu padanya!!!.
“gimana dok?revan bisa disembuhkan?”tanyaku yang berharap jawaban dokter adalah iya.
“entah…saya juga nggak tahu.hidup revan tergantung pada semangatnya untuk hidup.masalahnya kecelakaan pesawat itu membuat otaknya mengalami cedera sangatlah parah.kehidupan hanyalah tuhan yang menetukan”jawab dokter itu pergi tanpa bersalah.segampang itukah dokter itu bilang??.aku tak kuat melihatnya tapi memang benar semau itu tergantung pada diatas.Aku Akan terus menunggunya.
***
Matanya masih tertutup.dan tak kulihat tangannya atau tubuhnya melakukan perkembangan.Dia masih lemah di atas tempat tidur ini.”please bangun rev?!!aku kangen sama kamu”aku mencium tangannya mungkin dengan itu dia bisa menggerakan tangannya dan ternyata harapanku terkabul.Aku berlari menemui dokter.”dok revan bangun?!!!”.
Kami berlari melihat keadaan revan tapi ternyata gerakan itu memacu pada penurununan perkemabangan revan.Dia berteriak kesakitan.Semua dokter berlari untuk membuat revan tenang.Air mataku tak sempat kutahan.Dia yang memberike cinta dan dia yang membawakanku kesakitan tapi kenapa harus seperti ini?bukan aku yang tersakiti tapi kehidupannya.
“kita harus menyiapkan operasi?!!!ini sudah gawat?!!!”semua dokter memburu waktru untuk menyembuhkan revan.Aku tak kuat melihatnya.
Aku tahu tempat dimana untuk memohon revan hidup.dimana cintanya berakhir di hati gadis itu.”Katherine?itukah namamu?cewek yang disukai revan?kau harusnya tahu?seharusnya kamu membiarkan revan ada disini?please kumohon jangan buat dia pergi dari hidupku.aku tahu kamu cewek cantik sedangkan aku cewek biasa yang nggak pantes disampingnya.tapi please biarin aku ada disampingnya.Atau biarlah aku yang ada disisinya.please.kamu mencintainyakan?tolong jangan ambil dia dari sisiku”aku terjatuh dalam tumpuhanku sendiri didepan batu nisannya.Tanganku mengusap batu nisannya berharap tangisanku dapat mendengarnya.
Kebodohanku hanyalah sebuah usaha yang tak menghasikan keberuntungan.Tak mungkin dia bisa ada disisiku.Aku berjalan ketempat dimana dia mengajakku.Danau rahasia tepat saat sunset datang dan pertengkaran kami.”tahu nggak sunset?kenapa aku harus bertemu wajahnya?kalau aku nggak ada disisinya pasti dia nggak akan terluka seperti ini.terakhir kali aku berjumpa dengannya saat melihatnya di kuburan Katherine itupun aku nggak bisa memeluknya,melihat wajahnya dengan dekat.Aku kangen sama dia”Sekarang harapanku telah musnah.Seseorang yang kucintai harus pergi meninggalkanku dengan cara ini.”rev???I love you.aku pingin berhitung sampai matahari ini tenggelam ya dan jika hitunganku selesai dan matahari in tenggelam dan kamu belum muncul didepanku maka aku akan ikhlas kok kamu pergi dari sisiku???”aku mulai memejamkan mataku.Jika hitungan 10 dia nggak ada didepanku maka cintaku akan berakhir disini.Bukan saat sunset datang tapi matahari itu tenggelam.Hilang dari pandanganku.”1,2,3,4,5,6,7,8…”mataku mulai berair dan impianku tak akan menjadi nyata.”rev please jangan pergi!!!9…se…” “hey jangan nangis gitu napa?”suara yang pernah kukenal.Tapi tak mungkin suara  dia.Aku menoleh kearah sumber suara itu.Wajah yang sangat kurindukkan.Wajah revan ada di depanku??.”hah??come on dem?!!!aku pasti mimpi!!!pasti!!!”kataku yakin.”dan angka terakhir ini yang akan menjadi penentu akhir semuanya.sep…”omonganku terputus saat kurasakan tubuhku sudah terikat oleh tangannya.”kamu hantu yaa??”tanyaku heran .”iya kali…tapi masa hantu bisa meluk orang”jawabnya.Mataku menatap wajahnya dengan perasaan senang.Senyumnya kembali dimataku dan aku bisa merasakan perhatiannya lagi.”Revan?!!!ini kamu!!!”tanyaku histeris.Dia hanya mengangguk dengan senyuman yang kurindukan.”aaaaaaa”Aku berteriak lalu memeluknya dengan erat.
Ternyata malam bukan tempat ketakutan itu muncul,tetapi rasa semangat kita yang memberikan sebuah rasa entah dalam kebahagiaan atau sebaliknya.malam dalam sepi angin menebarkan cinta yang menopang akar pohon yang akan kami ukir dalam pelukan malam ini.
”rev boleh nanya nggak?”tanyaku.
”tentu,apa?”
“ehm di surat itu…kamu bilang kan mau…”dia mencegahku melanjutkan perkataanku.
“aku tahu.aku punya sesuatu.Aku bikin puisi buat kamu.ehmm meski bukan waktu valentine aku mau kamu dengerin”dia membuka lipatan kertas.

One love
Tak ada wajah yang dapat menggantikan malam yang indah ini.
Tak ada satu cinta yang dapat membuatku tersenyum
Bukan kebohongan dari ucapanku
Tetapi satu cinta yang memberiku satu kehidupan yang berharga
Katakan…
Jika cintaku tak bisa berada disisimu
Berikan kesungguhan hati cintamu
Agar aku bisa menjadi sesuatu
Pengganti cinta dalam hatimu.
Terasakah aku menangis???
Didalam tumpuhan hatimu
Aku akan tetap menopang perasaanku
Hingga kau bisa berdiri lagi disisiku
Aku butuh satu cinta
Aku butuh satu kehidupanmu
Bukan untuk menyakitimu lagi
Maafkanku Cinta…

Malam yang menguatkan cinta kita.sunset yang membawa cinta kita dan kita yang menentukan keputusan akhir ini.Rinduku sudah terbalas.Aku tahu tuhan akan memberikan cinta sejati padaku.Meski hari ini bukan hari valentine tapi malam ini bagaikan hari valentine yang tak kunjung hilang dari tatapanku.



Cerpen sebelumnya:
cintaku di mulai dari panggilan
Cerpen selanjutnya:
I can feel love
(+) Create your entry!
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!


Komen
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang boleh memberi komen. Sila Login

Perihal Penulis

reevadha
Hantar Mesej
reevadha

Karya
Cetak
Lihat karya ini dalam format cetak.
Emel
Hantar karya ini melalui emel.
Karya Curang
Karya ini melanggar Kod Etika Kapasitor?
Rekomen!! rekomen! 
Masukkan karya ini ke dalam senarai Rekomen!
Reviu karya ini rekomen! 
Luahkan pandangan anda pada karya ini.
Sebarkan
Sebarkan karya ini dengan menggunakan url di bawah:
bloglinesRedditStumbleUpontechnocratiYahoo
DeliciousdiggFacebookGoogleNewsvine

Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor.

hakcipta karya ini
Attribution 2.5 Malaysia
Keterangan
iklaneka




iklaneka

Kenali Kapasitor.net

iklaneka

menarik di kapasitor.net

iklaneka

panduan penulisan DBP

Local search