1/
Ini kami, kumpul berkumpul..
Berhadap laut racikan Ibu..
Setuang air, sepatah garam,
daging dada yang habis setengah..
Bumbunya hanya tangis dan senyum saja..
Ini panen raya, tapi lumbung dapur kami kadung berlubang..
Yang ujungnya di kening Bapak..
Ini kami, adik beradik...
Bersandar karang anyaman Bapak..
Sebukit debu, sekepal keras,
denyut kepala yg lunas sebendang...
Ikatnya hanya peluh dan penat saja..
Ini panen raya, tapi ruang makan kami kadung bersekat..
Yang palangnya di dada Ibu..
2/
Ini kami, mimpi bermimpi..
“Mana Ibu yang ikhlas mengutuk kami jadi batu?” tanya jaka..
“Mana Bapak yang pasrah menyihir kami jadi madu?” rajuk dara..
Ini panen raya, tapi kami puasa..
“Senyap betul ini nyawa..”
3/
Ini kami, sepanen kami..
Di lumbung dapur, di ruang makan..
Ramai tikus jamban berpesta..
Mulut mereka penuh Ibu, penuh Bapak,
penuh kami..
Saling mengunyah..
*edited;
Salam Raya Iedul Fitri
|