Dia adalah kesempatan yang diberikan kepadaku, keluhnya kepada waktu yang membungkus kertaskertas asa
"Tapi tak ada lagi rindu yang kurasa, rinduku pada kertas hanya menjamah, mengotori dengan coretancoretan, dan tak lebih rasa kecewa salah tulis jadikan kertaskertas asaku teremas cemas,"....
Aku diam
hening larut menyekalku; sebab ia dan dia saling mempercayai sama saling jaga di jelaga angan
kini, tinggal sebuah khayal kekal dalam sebalku meniti goresan hati menanti;
"aku membunuh rindu!!!"
-------------------------------------------
menerjemahkan perih pena menulis 20122008
|