helpHelpfeedbackFeedback  Register
Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Indonesia
Selamat Datang Pengunjung
Ayo, gabung sekarang
Log masuk jika sudah mendaftar
Penulisan > Puisi > Lain-lain
3.5
2 Penilai
ia
Tarikh Dihantar: 2009-01-18 14:15:37 | 112 Bacaan

ia,

Sebut saja begitu.

Kau pastilah tahu mengapa tak sebut nama.

Tapi pastilah kau tahu,  ia siapa?

Sebab rengek rintihmu, igau dan khayalanmu;

ia selalu kau hirup dan hempaskan.


Sebaris demi sebait, gumpalan nafasmu keluhkan ia; tak menentu

sekata demi sekalimat, jerat jeda akalku; melamuni halimunmu 


Kau pernah memanggilnya; sajak. Sebab ia mampu mengarak benak 

dan kau menyebutnya tuhan, karena kau jadi tuannya.

Kau pernah juluki ia; puisi. Sebab ia sanggup isi impi

kau meneriakinya setan, karena kau bisa pecundanginya

dan kau pernah juga menjelma


ia, apalah ia di lipatan waktu dan mata angin,

ia sembunyikan kau dan aku,

karena yang ada hanyalah pertanyaan dan keraguan

bukan keterputusan dan kesinambungan


ia, apalah?

ia,

________

kediri, 18012009




 



HTML:
Widget:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor.
3.5
2 Penilai


Komen
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang boleh memberi komen. Sila Login

Perihal Penulis

kritse
Hantar Mesej
kritse

Karya
print CETAK
email EMEL
karya curang LAPOR
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 Malaysia
Keterangan

Lain-lain karya kritse
menjadi matahari
tukang doa
langitku retak
P
menanti
telanjang
aku iri pada dunia
rinduku di Jabal Rahma
terayu
hilang tak hilang
Lihat semua


iklaneka


iklan
Iklan PrasastiIklan Datakl
Iklan Kapasitor
Iklan Tshirt