:Kiptaul Laili Ismaliyah
adinda tersayang
lama sudah kita tidak saling memandang
berbagi duka dan senyuman
diantara peluh dan keluh yang selalu
menetesi tubuh kehidupan
adinda terkasih
ingatkah engkau di kala masih tertatih
tubuhmu erat di belakang punggungku
meminta membawamu kemanapun tapak ini berlalu
dan walau sering tatapanku mengusirmu
engkau masih menunggu di depan kelasku
adinda tercinta
kini kita telah dewasa
menyimpan masing-masing cerita dan melipatnya
di dalam lemari dada
lalu akan kita uraikan setiap helainya
ketika tiba hari bersua
cinta dan kerinduanku
akan selalu mengakar di kedalaman tanah hati
syukurku selalu telah memilikimu
anugerah yang indah dari Sang Rabbul Izzati
Selepas dzuhur, 23 Mei 09
|