helpHelpfeedbackFeedback  Register
Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Indonesia
Selamat Datang Pengunjung
Ayo, gabung sekarang
Log masuk jika sudah mendaftar
Penulisan > Puisi > Spiritual
5.0
2 Penilai
sapa rindu
Tarikh Dihantar: 2009-06-08 01:09:54 | 102 Bacaan

sapa rindu

 

 

suatu hari

pernah sepucuk anak panah melesat

melintasi gedung-gedung dan jalan-jalan sempit

dari siang menuju malam

memamerkan keperkasaan sayap dan kaki

seolah jarak dan waktu ada di paru-paru

delapan penjuru ada di dekap ketiak

bahkan lantang teriaknya sering menakuti pelintas

 

anak panah menari

anak panah menyanyi

di lorong-lorong jagad

karena disakunya berjejal bekal

segala bisa dibeli

untuk perutnya

untuk dunianya

 

suatu hari

pernah anak panah berhenti

di depan sebuah madrasah

ketika terik di ubun-ubun

ketika pelajaran ditutup dengan bacaan bersama

apa lagi ini?

sepertinya masa kecilku pernah mengenal!

tiba-tiba saja anah panah merasa lelah

lelah yang memaksanya istirahat

dalam duduknya, ia mengamati bajunya yg tak lagi rapi

compang-camping dan robek di sana-sini

dengan tarikan nafas panjang

anak panah berkata:

ah…mungkin ini waktunya aku pulang!

 

 

mn : 070609



HTML:
Widget:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor.
5.0
2 Penilai


Komen
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang boleh memberi komen. Sila Login

Perihal Penulis

darkskies
Hantar Mesej
darkskies

Karya
print CETAK
email EMEL
karya curang LAPOR
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

hakcipta karya ini
Attribution 2.5 Malaysia
Keterangan

Lain-lain karya darkskies
aku dan duniaku
kota terlarang
hari ini hujan
kotak kata
junub
randu (2)
malam sebelum pagi pertama
lenguh peluh
ambang
ejakulasi
Lihat semua

iklaneka
Iklan PrasastiIklan Datakl
Iklan Kapasitor
Iklan Tshirt
muat turun
Ringkasan Panduan Penulisan & Menghantar Karya
Aku Budak Setan: Nazihah (Versi Sopan)
Unwritten
Akhirnya Jo Sudah Tahu
Iklan di sini RM1/sehari