sapa rindu
suatu hari
pernah sepucuk anak panah melesat
melintasi gedung-gedung dan jalan-jalan sempit
dari siang menuju malam
memamerkan keperkasaan sayap dan kaki
seolah jarak dan waktu ada di paru-paru
delapan penjuru ada di dekap ketiak
bahkan lantang teriaknya sering menakuti pelintas
anak panah menari
anak panah menyanyi
di lorong-lorong jagad
karena disakunya berjejal bekal
segala bisa dibeli
untuk perutnya
untuk dunianya
suatu hari
pernah anak panah berhenti
di depan sebuah madrasah
ketika terik di ubun-ubun
ketika pelajaran ditutup dengan bacaan bersama
apa lagi ini?
sepertinya masa kecilku pernah mengenal!
tiba-tiba saja anah panah merasa lelah
lelah yang memaksanya istirahat
dalam duduknya, ia mengamati bajunya yg tak lagi rapi
compang-camping dan robek di sana-sini
dengan tarikan nafas panjang
anak panah berkata:
ah…mungkin ini waktunya aku pulang!
mn : 070609
|