kotak kata
kawan,
setelah sekian waktu tak kudapat sapamu
hari ini aku bertandang ke pelataran kata-katamu
di pintu terbuka kubaca tulismu :
maaf, saya tak ada di tempat!
silahkan masuk dan menikmati segala yang ada!
perlahan, aku pun melangkah sendiri
mengecap angin dan aliran air dari tiap tatah abjad
hmmmm…rasa tak biasa mulai menjalar
merambat dingin
memberat langkah
kawan,
pada satu bilikmu tertutup rapat
langkah terhenti
aku dengar isak tertahan
aku dengar tetes air jatuh memecah kesunyian
terasa udara dingin menerobos celah pintu sepi
kesimaku terpaku :
maaf, kotak ini hanya untukku!
mesti beribu prasasti mengukir namamu
tergantung rapi di dinding-dindingnya!
maaf, hentikan saja langkahmu!
ngelangutnya jiwa
mencoba memakna rasa kau tabur
lalu
urai peristiwa kembali berulang
dan
pada kotak katamu
kubaca kenangmu
aku kehilanganmu, kawan!
yh : mn 080609
catatan untuk ‘ki’
|