Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Indonesia
Selamat Datang Pengunjung
Ayo, gabung sekarang
Log masuk jika sudah mendaftar
Penulisan > Puisi > Spiritual

Fakir

Sebelumnya: Antara Kita (Indonesia)Selanjutnya: Kala Tengadah
iklaneka

adalah tangisku

yang paling pedih

ketika mendatangi pagiMu

tanpa lebih dulu kurajut

benang benang takbir

di hamparan pelataran subuhMu

hingga detik perlahan meninggalkanku dan terbenam

kedalam warna semburat akhir

 

sedangkan butiran titik embun

telah lama menengadahkan kilaunya ke mihrabMu

dalam ayunan pagi yang terus berzikir

 

adalah tangisku

yang semakin pedih

ketika jemari pilu membuka lumbung imanku

hanya ada kosong,

yang teramat fakir

 

 

tengah malam, 28 Juli 2009 (5 Sya’ban 1430 H)

 

 

Sebelumnya: Antara Kita (Indonesia)Selanjutnya: Kala Tengadah
Share!

(+) Create your entry!

Permalink | Top
HTML:
Widget:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor.
4.0
1 Penilai

Info penulis

Lailatul Kiptiyah

sederhana
laila | Jadikan laila rakan anda | Hantar Mesej

Info karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution 2.5 Malaysia
Keterangan
email EMEL
karya curang LAPOR
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

Lain-lain karya laila
Pada sebuah gedung
Di Tanjung Benoa
Dermaga sepi
Sajakmu seribu tangis
Cerita Gadis Kecil
Janji Merapi
Kidung Illahi
Teratai
Duka dari timur
Akar
Lihat semua

Komen
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang boleh memberi komen. Sila Login


iklaneka

Kenali Kapasitor.net

iklaneka

menarik di kapasitor.net

iklaneka

panduan penulisan DBP

Local search