Katanya, semua ingin hidup lebih baik. Baiknya ke mana? Untuk siapa? Apa akan menjadi baik adanya?
Tingkah lakunya, seolah demokrasi atau mati. Matinya siapa? Dia atau kita? Atau juga mereka?
Kalau ingin ke arah lain, lebih baik gerbong ini dipecah saja. Daripada menyalahkan sang masinis atau minta asuransi ganti rugi. Ini celaka, siapa yang minta?
Mari, mari, silakan.. Gerbong ini silakan dibawa, tidak perlu angkut seluruh kereta, terlalu berat dan lagi pula, kami mau pergi ke arah yang berbeda.
Tinggal pindah rute, susahnya apa? Tapi jika nyatanya terlalu pengecut untuk pergi sendiri, kenapa tidak duduk manis dan tunggu hingga senjanya hidup menghampiri?
8 Desember 2009, 20:52 WIB.
|