rembulan dan bintang saling berpendar serupa titik-titik cahaya menaburi cantiknya paras malam
lalu jemari malam mulai memintal benang-benang tasbih yang menjuntai dari tingkap-tingkap menara, lembah-lembah terjaga tangisan lirih yang terhempas juga dari setiap ruang hati yang luas
hingga gumpalan debu menyekat rapat kalbu tersisihkan lafaz-lafaz yang mencandu
kemudian raga yang kian merapuh kembali bersimpuh menengadahi guguran kelopak syairMu di atas hamparan taman teduh shaf-shafMu
18 Muharam 1431 H
|