Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Fantasi

Kata Penjual Susu

Cerpen sebelumnya:
Fazrina Cinta '96 (21) - Konklusi
Cerpen selanjutnya:
KASIH TAK TERJAMAH..

"Nanti saya tunggu awak dekat simpang tu," laung si penjual susu sambil tersengih-sengih menampakkan sebarisan gigi yang terlalu putih. Mungkin dia terlebih minum susu. Mungkin dia suka minum susu.

"Nanti saya tunggu awak dekat simpang tu," laung si penjual susu, membicarakan tentang simpang. Eh, sebentar. Simpang? Simpang mana? Simpang apa? Tak sudah-sudah dengan simpang dia. Entahlah apa yang menarik sangat tentang simpang-simpang itu. Mana tak kurangnya padang aku ini. Ada rumput, ada air, ada pokok. Sekurang-kurangnya tak dihambat bahang matahari yang terkumpul di jalan batu.

"Nanti saya tunggu awak dekat simpang tu," laung si penjual susu tapi dia tak terus berlalu. Kaki kanannya yang diturunkan untuk mengangkat tongkat basikal terhenti separuh jalan, menolak angin. Matanya masih memandang aku. Tersenyum.

"Nanti saya tunggu awak dekat simpang tu," laung si penjual susu dengan nada ceria langsung membuatkan aku keliru pada lakunya kelmarin. Kelmarin, dia datang macam taufan. Di simpang itu jugalah. Dengan urat-urat kekar melingkar di dahinya dan peluh remis di hujung kelipatnya, dia datang bawa hujan.

"Nanti saya tunggu awak dekat simpang tu," laung si penjual susu dan serentak dengan itu aku nampak tanduk merah tumbuh dari celah ubun-ubunnya. Jantung aku terus berderap laju melihatkan tanduk itu. Makin merah tanduk itu mengakar, makin laju darahku mengalir. Terus aku meraba tanda parut yang masih bernanah di bibirku dan lebam-lebam yang terus membiru di pahaku.

Cerpen sebelumnya:
Fazrina Cinta '96 (21) - Konklusi
Cerpen selanjutnya:
KASIH TAK TERJAMAH..

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
4.0
6 Penilai

Info penulis

Ungku Laila Hanna Binti Ungku Mohsin

im your best kept secret and your biggest mistake
valium | Jadikan valium rakan anda | Hantar Mesej kepada valium

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya valium
Sudut Orang Ketiga | 3281 bacaan
Wahyu | 1976 bacaan
The Ragged Doll | 3030 bacaan
M01S05 - Tanah Hanyut | 3693 bacaan
Dari Langit | 2163 bacaan
Kepada Arman | 2328 bacaan
Bisu | 2656 bacaan
Terbang | 2264 bacaan
Dialog Tolak Tambah Edisi Musik Ketuhanan | 2809 bacaan
Dialog Tolak Tambah Edisi Kantoi | 2096 bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

12 Komen dalam karya Kata Penjual Susu
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik