belum ada judul (2)

 

Tidak ada beruntung nya menjadi aku, sudahlah sering dirodok kecewa, kadang tidak sempat mahu bersenang-senang ditawar celaka pula. Kalau bisa, aku tukar jasad ini dengan bebiri, atau sapi barangkali habis dijual kati.

Aku sering berpikir, bahwa sial itu ujud dan boleh jadi aku sedang dihinggap sial.

Tidak cuma tak dikurnia satu harta bahkan yang sedia ada sering diminta-minta orang. Aku tidak mengenali seorang pawang yang bisa menangkal aku dari terus dirundung malang, lagi pula malu kalau menyari-nyari dengan menanya orang. Langsung, aku yakin sendiri bahwa orang yang punya iman, tidak mungkin dihinggap malang sampai busuk.
Bilang kiyai; kalau punya pahala, sering taubat. Tuhan pasti tolong.

Meski ratus juta kali, aku tertonggeng dan meratap. Tersungkur sampai lubang kubur. Harus yakin dan percaya Tuhan ada, Tuhan pasti tolong.

Teman-teman banyak menghulur bantu itu ini, dan ada yang menawarkan aku kerja supaya lekas kaya, bertabur uang. Sungguh caranya salah, namun hasilnya lumayan. Aku tidak begitu tertarik, selama aku tahu tidak seharus menjual tubuh semata menyerah diri ke neraka. Demikian mereka bermurah hati, mengkhotbah nasihat dengan menyalahkan kelahirkan aku dari lelaki yang tidak berguna dan aku adalah pewaris kecelakaan dunia dan segala petaka.

Lama-lama, aku mengandaikan sendiri. Barangkali semua yang berlaku hari ini, ada asas sangkut paut, kaitannya aku dengan keturunan.

Kalau difikir fikirkan dengan dalam, memang iya! ada benarnya.

Kalau aku sudah berpikir begitu, aku jadi suka mengutuki keluarga sendiri dan menyumpah-nyumpah mengapa tidak dilahirkan aku sebagai anak presiden. Presiden yang mana saja: yang terguling maupun tidak. Itu tak ada bezanya. Mereka begitu bahagia menghabiskan harta dan memboros senyamannya.
ah! terus bagaimana mau hentikan warisan celaka ini ?

YA
demi kelangsungan hidup, aku cuba berdamai dengan kurnian malang ini. Menyesuaikan diri, dan menjadikannya kenalan yang harus dilayan baik. Bukannya maki hamun, atau keluhan tak berpenghujung. Setidaknya, hal ini membuat aku sedikit tenang bahkan kebergantungan aku dengan Tuhan tambah kuat.

kalau sering taubat,  punya pahala, Tuhan pasti tolong!!

PASTI!

 

Baca perbualan

Cerpen-cerpen Berkaitan

Semua cerpen-cerpen Umum

Cerpen-cerpen lain

Perbualan

Perbualan

Want to join the conversation? Use your Google Account

Cerpen-cerpen lain nukilan Waruna

Read all stories by Waruna