Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Umum

belum ada judul (2)

Cerpen sebelumnya:
PCB#6:Rama & Dhan (2)
Cerpen selanjutnya:
Jamdol Berniaga

Tidak ada beruntung nya menjadi aku, sudahlah sering dirodok kecewa, kadang tidak sempat mahu bersenang-senang ditawar celaka pula. Kalau bisa, aku tukar jasad ini dengan bebiri, atau sapi barangkali habis dijual kati.

Aku sering berpikir, bahwa sial itu ujud dan boleh jadi aku sedang dihinggap sial.

Tidak cuma tak dikurnia satu harta bahkan yang sedia ada sering diminta-minta orang. Aku tidak mengenali seorang pawang yang bisa menangkal aku dari terus dirundung malang, lagi pula malu kalau menyari-nyari dengan menanya orang. Langsung, aku yakin sendiri bahwa orang yang punya iman, tidak mungkin dihinggap malang sampai busuk.
Bilang kiyai; kalau punya pahala, sering taubat. Tuhan pasti tolong.

Meski ratus juta kali, aku tertonggeng dan meratap. Tersungkur sampai lubang kubur. Harus yakin dan percaya Tuhan ada, Tuhan pasti tolong.

Teman-teman banyak menghulur bantu itu ini, dan ada yang menawarkan aku kerja supaya lekas kaya, bertabur uang. Sungguh caranya salah, namun hasilnya lumayan. Aku tidak begitu tertarik, selama aku tahu tidak seharus menjual tubuh semata menyerah diri ke neraka. Demikian mereka bermurah hati, mengkhotbah nasihat dengan menyalahkan kelahirkan aku dari lelaki yang tidak berguna dan aku adalah pewaris kecelakaan dunia dan segala petaka.

Lama-lama, aku mengandaikan sendiri. Barangkali semua yang berlaku hari ini, ada asas sangkut paut, kaitannya aku dengan keturunan.

Kalau difikir fikirkan dengan dalam, memang iya! ada benarnya.

Kalau aku sudah berpikir begitu, aku jadi suka mengutuki keluarga sendiri dan menyumpah-nyumpah mengapa tidak dilahirkan aku sebagai anak presiden. Presiden yang mana saja: yang terguling maupun tidak. Itu tak ada bezanya. Mereka begitu bahagia menghabiskan harta dan memboros senyamannya.
ah! terus bagaimana mau hentikan warisan celaka ini ?

YA
demi kelangsungan hidup, aku cuba berdamai dengan kurnian malang ini. Menyesuaikan diri, dan menjadikannya kenalan yang harus dilayan baik. Bukannya maki hamun, atau keluhan tak berpenghujung. Setidaknya, hal ini membuat aku sedikit tenang bahkan kebergantungan aku dengan Tuhan tambah kuat.

kalau sering taubat,  punya pahala, Tuhan pasti tolong!!

PASTI!

 

Cerpen sebelumnya:
PCB#6:Rama & Dhan (2)
Cerpen selanjutnya:
Jamdol Berniaga

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
3.5
2 Penilai

Info penulis

waruna

hidup sama sekali tidak manis.
Waruna | Jadikan Waruna rakan anda | Hantar Mesej kepada Waruna

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya Waruna
belum ada judul (5) -Esah Molek | 1830 bacaan
no title | bacaan
belum ada judul (4) | 1828 bacaan
belum ada judul (3) | 563 bacaan
belum ada judul (1) | 1721 bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

1 Komen dalam karya belum ada judul (2)
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik