belum ada judul (4)

 

Kerusi kayu yang patah penyandar, saprah kusam yang menutupi setangkai potret dan meja kopi dilekati debu. Segalanya tidak berusik. Tetap setia di letak terakhir aku melihatnya kelmarin. Cahaya matahari merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, membayang ukiran acah di lantai.

Tidak ada gemersik musik.

Tidak ada angin berbisik.

Tidak ada denting loceng. Cuma sunyi. Cuma sunyi yang mengepung dan berlegar terapung



dan setumpuk kertas bertulis;


Sayang,
Aku menyintaimu sepenuh hatiku. Meski kita sering gaduh, meski kita selisih maksud, meski segalanya kau tak suka, meski segalanya aku rasa tak kena.
Kau harus yakin, aku menyintaimu penuh.


dalam sampul putih kekuningan,




kiriman aku sendiri.

Baca perbualan

Cerpen-cerpen Berkaitan

Semua cerpen-cerpen Umum

Cerpen-cerpen lain

Perbualan

Perbualan

Want to join the conversation? Use your Google Account

  • 1) kiriman yang tak terkirim?
    atau sang psikopat dua peribadi yang saling menghantar?

    persoalan yang nais.
  • 2) utusan buat diri. cintailah diri dulu sebelum orang lain. sip!
  • 3) fuh....terpedaya.....tp ternyata aku sokong dgn edward...
    psikopat 2 peribadi tidak akan menyedari kiriman sendiri.....hanya ingatkan diri sendiri...

Cerpen-cerpen lain nukilan Waruna

Read all stories by Waruna