Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Umum

belum ada judul (4)

Cerpen sebelumnya:
Kau Pergi Jua
Cerpen selanjutnya:
PCB#6:Rama & Dhan (3)

Kerusi kayu yang patah penyandar, saprah kusam yang menutupi setangkai potret dan meja kopi dilekati debu. Segalanya tidak berusik. Tetap setia di letak terakhir aku melihatnya kelmarin. Cahaya matahari merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, membayang ukiran acah di lantai.

Tidak ada gemersik musik.

Tidak ada angin berbisik.

Tidak ada denting loceng. Cuma sunyi. Cuma sunyi yang mengepung dan berlegar terapung



dan setumpuk kertas bertulis;


Sayang,
Aku menyintaimu sepenuh hatiku. Meski kita sering gaduh, meski kita selisih maksud, meski segalanya kau tak suka, meski segalanya aku rasa tak kena.
Kau harus yakin, aku menyintaimu penuh.



dalam sampul putih kekuningan,




kiriman aku sendiri.

Cerpen sebelumnya:
Kau Pergi Jua
Cerpen selanjutnya:
PCB#6:Rama & Dhan (3)

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
4.0
3 Penilai

Info penulis

waruna

hidup sama sekali tidak manis.
Waruna | Jadikan Waruna rakan anda | Hantar Mesej kepada Waruna

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya Waruna
belum ada judul (5) -Esah Molek | 1830 bacaan
no title | bacaan
belum ada judul (3) | 563 bacaan
belum ada judul (2) | 2132 bacaan
belum ada judul (1) | 1721 bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

3 Komen dalam karya belum ada judul (4)
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik