Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Umum

Pagi Itu

Cerpen sebelumnya:
TELEPON
Cerpen selanjutnya:
Amin, Sengkenit dan Sengkatik

Pagi itu aku ketika aku tersedar dari lena,

Dia masih terbuai lenanya di sebelah.

Raut wajah dia nampak tenang.

Comel.

Satu perasaan yang indah bermain-main di hati.

Jari jemari kami bertaut,

Dan walau dalam tidur, tangannya tidak lepas merangkul pinggang aku.

Aku cium lembut pipinya - penuh kasih sayang.

Dia yang aku gelar suami.

 

Satu bunyi separa bingit mengganggu tenang.

Damn! Alarm.

Mimpi rupanya.

Yalah, jari aku kan masih belum ada cincin emas putih yang tersarung.

Mana mungkin ada suami.

Cis, kecewa.

 

Tapi mimpi itu terasa seperti realiti.

Atau aku yang tak mahu bangun dari mimpi?

Cerpen sebelumnya:
TELEPON
Cerpen selanjutnya:
Amin, Sengkenit dan Sengkatik

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
4.0
1 Penilai

Info penulis

EmmaAmir

Penari pentas opera yang berjudul Hidup
EmmaAmir | Jadikan EmmaAmir rakan anda | Hantar Mesej kepada EmmaAmir

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya EmmaAmir
Read Me If You Can | 4109 bacaan
Diari Athena Bulan Jun | 2192 bacaan
Bukan Cerita 1001 Malam | 2038 bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

2 Komen dalam karya Pagi Itu
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik