Jernih air di matamu, merentap sayu ku. Mencarik, satu persatu, setiap urat, setiap saraf, di hatiku.
Inginku hapus duka mu, ingin ku seka sendu mu, namun tiada dayaku. Diriku buntu. Lidahku kelu. Hatiku sebu. Tubuhku kaku.
Air mata itu.. Mengganggu benakku, menyentap lenaku, mengundang pilu, dalam diriku.
Inginku bawa warna ceria, dan ku lakar kisah kita, ku lukis senyum gelak tawa, ku coret wajah-wajah gembira, kan ku potret kisah kita menjadi potret cinta bahgia.
|