Mata itu
mencorak rasa seribu
kepada masa silamnya
ayah dan ibu,
impian dan mimpi,
cinta dan pengorbanan.
Jelingan itu
mengundang kesetiaan
untuk hati kelabu
sebuah harapan,
sebuah kemenangan,
sebuah janji.
Renungan itu
merantai jiwa
demi keperitan yang bisu
keikhlasan,
ketabahan,
kenyataan.
Apakah aku di hari tua mu?
|