ngiang-ngiang aku terbang dalam kelambu pegang-pegang terpa-terpa tangan melempang senang-senang kakiku tempang
desir-desir engkau menyembur bak mulut naga belum berkumur seolah suruh aku ke kubur janji tak sempat aku nak tabur
geram-geram aku menggumam bibir berbuih termuntah hitam dadaku sesak datang nak pitam terus memiring ku bagai ketam
serang! serang! kau main gila tak cukup sembur kau ludah pula setompok bisa tikam kepala manis bagiku bukanlah gula
|