Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Kehidupan

ribut

air yang lama tenang  sudah ribut kembali,

remuk hati yang paling dalam, menjerit jerit kelemasan,

cercaan kehinaan yang menyakitkan,

bermain difikiran,

hingga membuat terluka perih,

bagai ditusuk tusuk,

masih tak bisa berrpaling,

sampai terbiasnya harapan,

yang terhempas gara-gara kekerasan hati,

perjalanan yang masih jauh harus dijalani,

masih merangkak mencari kesempurnaan,

pada setiap saat yang tak mengenal asa,

yang tak mudah untuk dilewati,

cubalah berbagi hati,

kapan sedihnya kapan tawanya,

setiap mendung dan badai,

pasti akan ada mentari lagi untuk memberi cahayanya,

dan masih ada pelangi untuk bisa disandari,

tetaplah hadapi dunia ini,

tetaplah dirimu tegar bersama kepercayaanmu,

seandainya ada yang menyinggung,

maafkanlah,

karna kemaafan itu amat besar artinya,

biar bisa bernafas dengan tenang,

selagi darah masih bisa mengalir,

sampai akhirnya menutup mata.

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Cerita lama jahiliah kita
Puisi selepas >>
Sakit Tapi Suka ( Da Eh )

Lain-lain karya Fiona
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

2 Komen dalam karya ribut
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog