Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Cinta

Musim Bunga Dari Tuhan.

 Bunga duka yang memutik musim lara,

Gugurlah tua kelopakmu,

Berderailah setiap kekeringan,

Membajai mukim jiwa nan baru.

 

Cintalah Tuhanmu sesegar perdu nan basah,

meliuk-liuk kerna perlunya pada siraman Reda-Nya,

dibelai-belai tangan Esa,

mencurah rezeki serupa cinta.

 

Cintalah kegersangan yang lalu,

Di sejarah itulah bukti sembilu,

pernah mati di gersang akal.

sembilu juga sentuhan Tuhan.

 

Sekuntum bunga di pohon ara,

Indah dalam lembayung kesuraman,

kau teratai di bencah kehidupan,

meratib pada bulan dan bintang.

 

Kekuntum melor dihujung rambut,

Bersisa harum dalam kenangan,

kau mahligai desa,

dipagar rimba iman dan langit taqwa.

 

:: Semoga kita bertemu lagi Teratai desa.

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Ku Petik Gitar
Puisi selepas >>
langkah

Lain-lain karya Adika
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya Musim Bunga Dari Tuhan.
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog