Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Kehidupan

Keamanan

Pembedil yang mabuk,
Memuntahkan peluru kesegenap ceruk,
Merobek dan mencarut,
bersama senjata sebesar pemeluk,
kami yang mabuk,
rebah tidak berdaya,
merelakan darah dibasahi bumi yang rakus,
bedilan terus menghujani bagai meteor,
tiada yang kisah cerita diataranya,
hanya tangisan suara anak didengari, 
ketakutan,
amat ketakutan,
hilangnya kasing sayang melalui darah,
apakan daya, 
titisan air mata tetap mengalir tanpa kenal erti waktu,
adakah kau kisah?
adakah aku kisah?
hati ku hitam tanpa rasa,
dalamnya pekat nan gelap,
namun bibirku mengungkapkan doa,
pada Mu, pada Mu ya Allah.
Lindungilah kami,
peliharalah kami,
moga bedilan itu menghentikan hujan darah,
darah, darah ku, darah mu,
tiada bezanya warna darah,
hanya yang beza adalah nafsu serakah,
kuasa, kekayaan, dendam, 
darah adalah korbannya.

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
ingin keluar
Puisi selepas >>
Kau Suci

Lain-lain karya sirRaimi
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya Keamanan
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog