Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Cinta

... Ia Tidak Pernah Hilang.

Ada tikanya langkah ku terhenti,

Sang Suria malap dari satu sisinya,

Aku menyaksikan zaman berjalan kekabutan,

Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku,

Memandang wajahmu dari segenap jurusan.

Aku merindui wajahmu.

Dan rasa itu datang mengundang gelojak jiwa,

Rasa itu… ia tidak pernah hilang.

 

Suatu malam aku bertemankan bayu pantai,

Sepi menjadi kosong.

Bunga-bungaan yang ajaib bertebaran di langit.

Aku inginkan kamu, tetapi kamu tidak ada.

Sepi menjadi kosong.

Rasa itu… ia tidak pernah hilang.

 

Air lautan bagaikan cermin hidup,

Suara lautan adalah suara kesepian,

Dan rasa itu menerawangkan wajahmu.

Kamu menjadi makna.

Makna menjadi harapan.

Sebenarnya apakah harapan?

 

Harapan kerna aku rasa ingin membelai rambut mu,

Harapan kerna aku rasa ingin memeluk mu,

Harapan kerna aku rasa ingin kan kamu disisi,

Tika dan saat ini.

Kerna rasa itu… ia tidak pernah hilang,

Ku renung bunga-bugaan di kaki langit,

Di akhirnya, kamu yang menghilang...

 

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
KITA
Puisi selepas >>
Sahabat ..

Lain-lain karya sirRaimi
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

2 Komen dalam karya ... Ia Tidak Pernah Hilang.
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog