Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Kehidupan

Khabar Surat Dari Desa

Kedidi di pohon nyiur,

menggetar paruh di gigi air tenang,

jernih takunganmu yang dulu,

meloncat segala isi pandangan.

kenang meragau ikan desa.

 

Terbuka hijab malam,

di tempo burung tukang bekerja,

mengetuk simpul gegendangku,

aku dengar aku hayati,

simfoni Alam menyulam salam.

 

Bagiku yang mati digendongan-Mu,

diikat Ara Jejawi yang mengasyikkan,

ditenggelami takungan-Mu yang jernih,

dikejar khinzir hutan sekali pun,

 akanku lompat ke dada cintaku… indahnya.

 

Asyik-debar membawa resah,

jiwa-nubari anak desa di rantauan,

khabar-khabar surat yang kubaca,

tiada satu pun menguntum berita itu.

aku tersipu ditipu-tipu.

Dalam suratku berpesan,

kampung sudah terbangun,

desa kita desa antarabangsa,

kepalaku terangguk sombong,

berkongsi danau dan desut pembangunan.

 

Alur bagai berjanji,

menemuiku sesudah hampir ajalmu,

melihat muntahmu yang kekuningan,

pepejal yang berminyak melapisi kulitmu,

mual tekakku merenangi kolam sengsaramu.

 

Engkau merajuk renta,

membibit benci pada kelodak jiwamu,

kulihat kau menjebak nyawa anak-anak desa,

menggaham lumpur-lumpur asing,

yang berjeragau di simpati aliranmu.

 

Deritamu dilestari hijab kemajuan,

tanah wangi yang kuhidu rerumputnya,

susur-galur kejernihan alam yang dulu,

di simbahi keindahan matari jantan,

kini mati dibalik khabar surat kosong.

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Sahabat ..
Puisi selepas >>
Kita Dan Pertiwi

Lain-lain karya Adika
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya Khabar Surat Dari Desa
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog