Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Satira

Kita Dan Pertiwi

Mata jiwa menukang saksi,

keghairan melakar pelangi janji,

biarpun berjengket dari lembah yang sama,

kita bukannya kita.

 

Kita disusu ibu pertiwi,

berdikit-dikit terilham,

biarpun muda dan malu,

kita ghairah mengejar fajar merah.

 

Ada gementar antara kita,

biarpun terketar jalannya,

langkah kita sederap bunyi,

hingga gugur dedaun asing.

 

Kita buang karung kekitaan,

setelah kita mulai berlari,

berkejar dan mengejar,

menanggalkan persalinan pertiwi.

 

Kita telah celik,

kerana itu kita mencekik,

keluar di perbatasan moral,

mengendong dusta dan onar.

 

Kita pernah sama berlari,

biar berpelaung jaraknya.

Kita masih lagi kita,

dipayungi lembayung pertiwi.

 

Usah dijemput suara asing,

Kita belum mengerti,

sirat-sirat benang lilit,

biarpun kita celik… kataku.

 

Usah dijemput kemarau semalam,

di waktu kita bertatih.

belajar menghisap susu bonda,

dan meninggalkan lembah pertiwi.

 

Kini, kita sudah dibumbu luka,

Biar galau disobek pengkhianatan,

biar terigau di benih minda,

aku tetap cucu pertiwi.

 

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Khabar Surat Dari Desa
Puisi selepas >>
Sendiri

Lain-lain karya Adika
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

3 Komen dalam karya Kita Dan Pertiwi
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog