Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Cinta

#4 Suara Alam. (Pearkuku)

Lemas sama modenisasi,
tidak pula mengikut tatahan sendiri,
nas-nas masih tidur kali,
Nyali dari angkuh,
sa-kaku cemara dirempuh.

bisikan warna: mereksmi,
dengan kematian bagaikan dasi,
alam tahu,
seluruhnya setuju,
maujud sama sujud,
nas-nas perlu khabaran,
agar ku pahat kesuma,
biar mengakar sama yang berpautan.

Jalan makin sempit,
lumba-lumba terkosak-kasik,
ombak senja berbisik untuk anak kecil miratku nanti,

"Tak terlihatkah kebakaran dihutan,
sama badai taufan asta nafas nafsu sendiri?" 

hanya jeritan yang mengadu,
hanya kepesatan yang sesat,
bisa bunuh aku dan kau,
Diantara itu adalah penghubung kita.

#FSPPP #UiTMSHAHALAM #FSPPPCAMPUSGREENDAY

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Yang Di kasihi !
Puisi selepas >>
#5 Keringat

Lain-lain karya Corbis
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya #4 Suara Alam. (Pearkuku)
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog