Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Agama

Di Rembang Esa-Mu

 

Desir nafas yang bersentuhan sesama kutub,

tampuknya hawa menguncup bening utama,

merasa dan dirasa.

tanpa terunjur di minda perlaku meratah ribut

dikuntumkan melalui balada duniawi,

sedangkan ribut itu membinasakan,

sesudah pula nur menyediakan teduhan,

mengapa pula kau yang resah memilih ?

 

Yang dikhuatirkan telah mulai terserlah,

takkan pula mengengsot menemui ketentuan,

sedang dipelabuhan itu semuanya tersingkap,

janji itu kepastian  biar bingkai jiwa rawan wajib terungkap,

sesudah dihembus suara nur berulang-ulang kali,

janganlah dibentengkan hati nurani itu,

kelak retak cuba mengepak riak,

tersisalah dalam dedaun jarak menjauhi ketentuan.

 

Jadilah perhiasan yang disanjungi,

biarpun kamu gugur,

nur itu sinar menata indah dirimu,

biarpun gelinciran itu menjauhkan nur dari budimanmu,

sahutlah bicara puisiku,

bait-baitnya untuk sarwajagat duniaraya,

dedaun itu mendapat tempat dihati jejiwa nur,

cuma dedaun  bukakanlah tempat bagi jejiwa nur.

 

Cuma ini ibadahku,

biarpun aku bukannya nur,

samar yang berbalam itu lebih dekat di belikat,

tetap jua aku ramah dalam ibadah,

menulis itu ibadah,

menjunjung bagi yang hak,

mencerlang kebatilan dengan sipian nur,

kerana janji-Nya hakikat yang pasti.

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Ada lebih elok tiada
Puisi selepas >>
Sungguh Aku Ingin

Lain-lain karya Adika
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya Di Rembang Esa-Mu
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog