Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Koleksi Puisi > Puisi Cinta

lelaki berambut berkaki panjang


Hujan. renyai-renyai makin lebat. Aku masih ingat malam itu . Aku hanya memandang kau tak nampak. Aku diamkan. 

Masih aku ingat kali pertama kau duduk dengan kasut berkilat . Aku tegur dan kau malu-malu. Aku tersenyum dan aku terus lupa siapa kau sebenarnya . Itu cerita dulu .

Aku duduk menunggu bas. Setiap kali warna itu muncul aku pasti. Pasti wajah kau yang muncul. Sekali lagi aku diamkan. 

Ingat lagi kelas lantai tikar getah biru? Kita duduk bersila . Setiap hari begitu . Tanpa kau sedar mata ini melihat kau dari jauh . Aku senyum melihat gelagat kau yang gila-gila . Rindu sungguh waktu itu. 

Kita tunggu kita lihat sampai bila . 1095 hari. Itu waktu bodoh. 

Siapa kata? Aku masih mampu menunggu kau untuk dua ribu lima ratus lima puluh lima hari lagi . Itu pun kalau kau masih ada atau aku yang tak ada. 

Kalau ada kau tunggu. Jangan kau datang. Aku sendiri datang menyerah diri . 
Tapi kalau waktu itu kau dengan dia aku bawa diri . 

Itupun kalau dalam 2555 hari itu tak ada pria yang yang bawak hati aku pergi . Kalaulah...

Buat dia,

Hidup masih ok lagi sekarang.
Hidup makin ok berseorang.
Sudah besar bukan?
Selamat Hari Jadi ke 21.
Semoga baik-baik saja di sana :) 

Nilaikan karya
Info Penulis
Info Karya

Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan
< < Puisi sebelum
Ramadhan - 'Suara Dari Langit'
Puisi selepas >>
50pp: Melerai

Lain-lain karya backspace
Lihat semua
Puisi terbaru
Bahasa Melayu
Latest Poetry
English
Puisi terbaru
Bahasa Indonesia
komen daripada Facebook

0 Komen dalam karya lelaki berambut berkaki panjang
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda




Ikut kapasitor



admin blog