Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Umum

Hadiah Buat Sahabat

Cerpen sebelumnya:
Drama: Naik Lagi?
Cerpen selanjutnya:
KERANA KASIHNYA MIA

Sadarul Kalam di sebuah tanah bumi bertuah adalah seorang hamba Allah ini menangis siang dan malam keseorangan dalam kesedihan yang amat. Adapun ia ini gelorat-geloroh bagai cacing kepanasan apabila ia mengingatkan sesuatu pekara yang dilupakan olehnya secara tidak sengaja. Maka apabila tidak tertahan lagi perasaannya habislah air matanya berderai tanpa henti mengucapkan astagfirullahalazim.

 

Apa pun suatu hari hamba Allah ini didatangi oleh seorang tua berbongkok mengucapkan salam kepadanya tatkala orang itu terlihat ia dalam keadaan lampas lagi berlinangan air mata di tepian pantai. Orang itu hairan lalu bertanyalah kepada ia, “Hai hamba Allah, apakah kamu bersedih ini terhilangkan ahli saudaramu yang kembali ke pangkuan-Nya?”

 

“Tidak,” dalam sedu-sedan ia menjawab, “Tidak wahai saudara se-Islamku. Sesungguhnya aku menjadi sekian akibat mengabaikan hubunganku dengan sahabat baikku. Tidaklah sanggup aku melupakan keadaannya walaupun kami jauh terpisah di perantauan. Namun apa yang berlaku adalah aku melupai hari kelahiran sahabatku yang jatuh pada hari yang lalu dan kerana itulah hatiku tidak keruan mengingatkan dosaku yang kepadanya. Wahai saudara yang bijaksana, apakah patut aku lakukan sedangkan kami jarang bertemu akibat terikat dengan pekerjaan kami?”

 

Mendengarkan pertanyaan hamba Allah itu, ada pun tersenyum orang tua itu di hadapannya. Ia pun kemudiannya mengusap lembut umbun kepala hamba Allah yang sedang meratapi kesalahannya itu lalu membisikkannya sedikit nasihat;

 

“Ada pun Rasul kita, Nabi terakhir kepada segala Nabi yang diutuskan-Nya pernah memberikan teladan kepada umatnya. Baginda menyuruh kita untuk mendoakan kesejahteraan dan keselamatan kepada saudara kita yang sayangi ketika ia berjauhan daripada kita. Maka Malikulmanan itu bakal menjawab doa kita dan para malaikat akan memayungi saudaramu itu sehinggalah habis hayatnya. Sesungguhnya doa yang membawa kebaikan untuk sahabatmu adalah sebaik-baik hadiah buatnya.”

 

Akan hamba Allah itu memahami nasihat yang diberikan kepadanya lalu segununglah perasaannya. Dipeluk dan diucapkannya terima kasih kepada orang tua itu untuk nasihatnya yang penuh dengan hikmah. Ada pun mulai saat itu bersegeralah ia mendoakan agar Ar-Rahman mengurniakan sahabatnya ketetapan iman, kecekalan hati, ketajaman minda dan semangat jihad untuk beribadat kepada Allah ada pun sahabatnya itu merantau kerana menuntut ilmu demi Allah jua.

 

Wallahualam....


A/N: First post, first attempt. Idea yang dicedok tapi ditukar bahasa. Harap maaf kalau cerita ini menyerupai nukilan lain~ 

Cerpen sebelumnya:
Drama: Naik Lagi?
Cerpen selanjutnya:
KERANA KASIHNYA MIA

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
2.8
4 Penilai

Info penulis

Zurina

An INFJ person. Currently suffers woe is me syndrome and almost bi-polar personality. More than often questions sanity and if theres actually something better to do....
Canaria | Jadikan Canaria rakan anda | Hantar Mesej kepada Canaria

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya Canaria
Contract | 3577 bacaan
Restart | 3097 bacaan
Silent | bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

6 Komen dalam karya Hadiah Buat Sahabat
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik