Kapasitor Karya Kreatif Bahasa Melayu
Penulisan > Cerita Pendek > Cerpen Fantasi

Cinta Pandang Pertama [ Euuuwww~~ =_=!]

Cerpen sebelumnya:
Kabus Dari Seberang
Cerpen selanjutnya:
PCB#3: Saat Ginjalku Terhenti

"Usop bagi hadiah kat saya....." aku main dengan keychain ukiran kayu berbentuk hati itu di hadapannya. Riang. Aku betul-betul suka.


http://1.bp.blogspot.com/-eZywcByr_zM/TV0TGmU8n2I/AAAAAAAAB-Y/svIv167sSb8/s1600/DSC04749.JPG

bahan bukti utama

 

"Awak takde bagi apa-apa pun kat saya," kerut muka sengaja aku buat-buat. Sumpah! Aku memang saja nak buat dia cemburu. Cemburu dengan aku, bukan dengan Usop. Semua orang tahu kami bertiga agak rapat. Lagi-lagi Wan dan Usop.

 

http://2.bp.blogspot.com/--sNq_aJYlZQ/TV0UWALHJqI/AAAAAAAAB-c/QrE6nNn9X_A/s1600/38822_1562600424611_1223358180_1550681_549517_n.jpg

skandalisme

 

"Takpe....nanti saya bagi besar punya..." tiba-tiba dia menjawab. ".. .kat sini," dada kiri ditepuk agak keras. Merenung kosong entah ke mana, sekilas pun dia tidak menoleh. Aku yang terpacak betul-betul di hujung kepala lututnya tidak dipandang langsung! Mungkin geram, mungkin juga gementar. Hanya dia yang tahu. Dan aku sebenarnya sedikit terkejut dengan jawapan itu. Cuma sedikit...selebihnya aku anggap ia satu gurauan. Dia kan memang gila!

 

"Hey!" seraya aku menempik, sepasang mata itu beralih. Tepat menikam anak mataku; menghunus dada. Otak beku tiba-tiba. Butang mute tertekan; riuh sekeliling menjadi bisu.

 

"Kata-kata itu satu doa!" ayat seterusnya terlontar secara automatik. Cepat-cepat aku larikan kaki bersama renungan yang berbekas. 

 

Kekok. Kami tidak bercakap walau makan semeja, tak mampu bertentang mata walau duduk berdepan setengah jam kemudian.

 

Ngilu masih terasa sampai sekarang, setiap kali bayangan mata itu menjelma dalam mimpi sedar. Apakah itu maknanya cinta pandang pertama?

 

Hari-hari, berkali-kali sejak saat magis itu dibingkaikan dalam sejarah persahabatan, isu yang sama dibincangkan. Keliru.

 

http://2.bp.blogspot.com/-LMVGSiGnP7w/TV0UjSbFrSI/AAAAAAAAB-g/QrltCLYHUnE/s1600/39151_1562601184630_1223358180_1550692_5473412_n.JPG

 24 Julai 2010


Seputar penafian kau bentang

lilit terbelit telinga

aku diam mendengarkan

katalah apa saja

katakan kau tak suka

aku tetap percaya

bukan itu yang kau rasa (sebenarnya).

 

Jangan ditanya bagaimana

cetek akalku

                      tembak tembus

                                                  dalam jiwamu

ruang separa sedar bersegi lapan

terkepung memerangkap perasaan

terkam redup renungan

tertikam

mataku berkaca di balik kaca matamu.

 

Biarpun itu bukan cinta

ia tetap pandangan pertama.

 

30 Julai 2010

21:14pm

Cerpen sebelumnya:
Kabus Dari Seberang
Cerpen selanjutnya:
PCB#3: Saat Ginjalku Terhenti

Share!Email

HTML:
Rekomen!!rekomen!
Reviu rekomen!
Nilaikan karya ini
Nilaikan karya ini
Hanya pengguna berdaftar sahaja yang dibenarkan menilai karya-karya di Kapasitor. [Login]
4.0
4 Penilai

Info penulis

Cahaya Kekasih

i paint my brain; i write my heart~ART is my LIFE!
Kekasih | Jadikan Kekasih rakan anda | Hantar Mesej kepada Kekasih

Info Karya
print CETAK
hakcipta karya ini
Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 2.5 Malaysia
Keterangan

email EMEL
karya curang LAPORKAN
rekomen! REKOMEN!!
reviu! REVIU

lain-lain karya Kekasih
Sinar Di Sebalik Kabus | 2513 bacaan
Aku dan Dia | 2706 bacaan
Mawar Putih Untuk Zira | 3461 bacaan
Lihat semua

komen dari Facebook

14 Komen dalam karya Cinta Pandang Pertama [ Euuuwww~~ =_=!]
Hantar komen
Sila login ke Kapasitor atau gunakan akaun Facebook anda


Ikut kapasitor



Cerpen-cerpen berkaitan

Dari arkib cerpen Kapasitor.net


Arkib
100 Cerpen Terbaik